Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Mengenal Utuh Percaya Penuh
Ada tertulis: Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Ada juga tertulis: Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
Seperti ada tertulis: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Apakah kita sebagi seorang manusia yang sudah mapan dan enak kehidupannya merasakan panggilan Allah? Pertama-tama pada suatu tahap kehidupan dimana kita di dalam kehidupan sudah mencapai dalam puncak karir misalkan dan keluarga pun memiliki keluarga yang baik dan harmonis. Namun pada saat tertentu kita menerima panggilan Allah yang dimana pastinya panggilan tersebut akan merubah kehidupan kita yang tadinya baik dan tenang-tenang saja menjadi sebaliknya? Kira-kira sebagai orang yang percaya akan Tuhan apa respon kita terhadap panggilan tersebut?

Karena hal ini adalah bukan sesuatu hal yang mudah untuk diputuskan, apalagi jika menggunakan hitung-hitungan secara manusiawi pemanggilan ini akan menempatkan kita dalam suatu kondisi yang krisis ataupun kondisi susah maupun tidak ideal bagi kita. Namun apabila kita mengenal Tuhan Allah kita dengan sangat baik dan percaya penuh terhadap Janji-Nya kepada kita maka panggilan Allah ini harus kita respon dengan iman yang baik serta iman yang percaya penuh kepada-Nya.
Dalam perjalanan panggilan Allah ini bisa saja kita meninggalkan zona nyaman itu serta akan membuat diri kita selama perjalanan itu memiliki banyak pertanyaan semisal: Apakah kita kuat melewati perjalanan ini? Bagaimana kira-kira kondisi selama perjalanan? Cukupkah makanan ataupun uang kita bawa untuk perjalanan ini? Namun sebagai orang yang percaya dan memiliki iman yang kuat jangan pernah khawatir bahwa Tuhan Allah akan selalu mendampingi kita di sepanjang perjalanan kita hingga tiba ke tujuan tanpa kekurangan suatu apapun.

Paulus dalam surat rasulinya mengajak pembaca suratnya untuk melihat proses pemanggilan Abraham menerima panggilan Allah untuk menerima janji Allah. Dan karena Abraham memiliki iman yang kuat maka Abraham menyambut janji Allah dengan penuh keyakinan dan sukacita. Paulus juga menyampaikan bahwa ia bukan hendak membuang hukum taurat, namun ia menasehati jemaat di Roma untuk menempatkan iman sebagai keutamaan dalam hidup perjanjian. Bersama dengan itu semua maka kita akan melihat anugerah kasih Allah bagi semua orang.
Nikodemus adalah seorang pemimpin Agama Yahudi yang dikenal dengan sebutan Sanhedrin dimana mereka memiliki kedudukan yang penting untuk memutuskan perkara agama dan politik. Yesus mengajak Nikodemus untuk melihat secara universal dan holistik soal penggenapan nubuatan Mesianis. Hal yang dijelaskan Yesus memang sulit dipahami oleh Nikodemus dikarenakan ia memiliki pemahaman awal seperti pokok pikiran kebanyakan orang Israel.

Oleh karena mari kita merespon setiap panggilan Allah dengan pemikiran yang positif, iman yang kuat dan percaya bahwa Tuhan Allah akan selalu mendampingi dan menyertai setiap perjalanan panggilannya hingga kita sampai ke tujuan tanpa kurang suatu apapun. Dengan mengenal utuh dan percaya penuh kepada-Nya maka kita sebagai manusia akan beroleh hidup yang kekal. (MEK)
Leave a reply